Feeds:
Pos
Komentar

Sedikit tentang KOE

Selamat datang diBlogku, memang sich isinya ga seberapa tapi moga aja bermanfaat, iya namaku TYA ku saat ini masih menimba ilmu di UNY taw, kan?yach apa lagi universitas calon guru…………………ku ambil jurusan Pendidikan IPA. So…..kali ini aku mau memuat sedikit tentang BIOLOGI bab FOTOSINTESIS. Simak yach…………!!!!!

Iklan

FOTOSINTESIS

I. PENDAHULUAN

Dari manakah kita memperoleh makanan? Agar dapat hidup dan berkembang manusia memperoleh makanan baik dari hewan maupun tumbuhan. Kita makan nasi, jagung, umbi-umbian, sayuran, dan buah-buahan yang berasal dari tumbuhan. Kita juga makan daging, ikan, telur, susu, yang berasal dari hewan. Hewan juga membutuhkan makanan untuk kehidupannya. Coba bandingkan makanan kelinci dan anjing! Berbeda bukan? Hewan juga memperoleh makanan dari tumbuhan atau hewan lainnya.
Manusia dan hewan tidak mampu membuat makanannya sendiri. Untuk pertumbuhan tubuhnya dan memperoleh energi, manusia dan hewan mengambil zat makanan dari tumbuhan. Keadaan ini menunjukkan bahwa hidup manusia dan hewan tergantung pada tumbuhan.
Bagaimanakah dengan tumbuhan? Tumbuhan tidak memiliki mulut dan perut, tapi tumbuhan kaya dengan makanan, misalnya gula. Dari manakah asal makanan tersebut? Ada duatempat yang mungkin, yaitu tanah dan udara. Akan tetapi, di tanah dan udara tidak ada gula, melainkan hanya ada bahan sederhana seperti karbondioksida dan air. Jadi, yang dilakukan oleh tumbuhan adalah menyerap bahan sederhana (CO2 dan H2O) dari lingkungan dan mengolahnya menjadi bahan lain yang kompleks.
Menyusun bahan kompleks dari bahan sederhana disebut sintesis. Oleh karena tumbuhan memerlukan cahaya saat mensintesis (membuat gula) maka disebut fotosintesis.
fotosintesiss

Pada awalnya orang menganggap bahwa akar “memakan” tanah, seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. Tumbuhan hijau memperoleh zat-zat makanan dari dalam tanah, yang berasal dari hasil perombakan (penguraian) organisme yang telah mati. Penguraian organisme mati menjadi bahan yang dapat diserap oleh akar tumbuhan hijau dilakukan oleh mikroorganisme. Konsep fotosintesis dimulai pada abad ke-17 ketika van Helmont menyatakan bahwa pertumbuhan tumbuhan disebabkan adanya air dan bukan tanah.
Pada tahun 1772, Joseph Priestley melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa tumbuhan mengubah udara yang dikeluarkan hewan menjadi udara segar. Priestly melakukan eksperimen bahwa jika di dalam tabung tertutup diletakkan tikus dan tumbuhan, tikus tetap hidup. Selanjutnya kita ketahui bahwa tumbuhan menggunakan karbondioksida yang dikeluarkan oleh hewan, dan hewan menyerap oksigen yang dihasilkan tumbuhan.
Pada tahun 1779, Jan Ingenhousz membuktikan bahwa pada fotosintesis dilepaskan oksigen. Hal ini dibuktikannya dengan percobaan menggunakan tanaman air Hydrilla verticillata di bawah corong terbalik. Jika tanaman tersebut kena cahaya, maka timbullah gelembung-gelembung udara yang akhirnya mengumpul di dasar tabung reaksi.
Jean Seneber (1782) menyebutkan gas yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbondioksida, dan merupakan sumber karbon bagi tumbuhan hijau. Pada tahun 1842, Robert Meyer menyatakan bahwa energi cahaya matahari yang diserap oleh tumbuhan hijau selanjutnya diubah menjadi energy kimia.
Sachs (1860) membuktikan bahwa pada fotosintesis akan terbentuk karbohidrat (amilum). Blackman (1905) menunjukkan bahwa pada proses fotosintesis terjadi reaksi gelap yang tidak membutuhkan cahaya. Hill (1937) berhasil mengikuti kegiatan kloroplas yang telah dipisahkan dari sel hidup. Kloroplas itu jika disinari mampu menghasilkan oksigen.
fotosintesis

III. PROSES FOTOSINTESIS

A. Apakah Fotosintesis itu?

Telah dijelaskan bahwa fotosintesis adalah mengolah bahan sederhana menjadi bahan yang kompleks dengan adanya cahaya. Bahan sederhana yang digunakan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbondioksida dan air. Tumbuhan umumnya mendapatkan karbondioksida dari udara dan mendapatkan air dari tanah. Karbondioksida diubah menjadi gula. Hasil sampingan proses ini adalah gas oksigen. Proses (reaksi) ini memerlukan energi yang secara alami didapat dari cahaya matahari. Energi dari cahaya matahari ini diserap oleh klorofil yang terdapat pada tumbuhan.
Sebenarnya, proses fotosintesis bukanlah reaksi tunggal, melainkan terdiri dari beberapa tahap reaksi yang kompleks. Reaksi-reaksi yang terjadi dapat dituliskan secara sederhana sebagai berikut :

6CO2 + 6H2O cahaya C6H12O6 + 6O2
karbondioksida air klorofil gula oksigen

B. Tahap-Tahap Fotosintesis

Proses fotosintesis yang terjadi di kloroplas melalui dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.
a. Reaksi terang berlangsung dengan cahaya
Dalam ini klorofil menyerap cahaya merah. Energi yang ditangkap oleh klorofil digunakan untuk memecah molekul air. Pemecahan ini disebut fotolisis. Fotolisis menyebabkan molekul air pecah menjadi hydrogen dan oksigen. Reaksi fotolisis dapat ditulis sebagai berikut:

2H2O → 2H2 + O2

b. Reaksi gelap berlangsung tanpa cahaya. Pada proses ini terjadi pengikatan karbondioksida di dalam daun.
Karbondioksida ini akan bergabung dengan ion hydrogen yang di hasilkan dari reaksi terang, membentuk glukosa (gula).

C. Hasil Akhir Fotosintesis
Secara umum karbohidrat dianggap sebagai hasil akhir fotosintesis. Namun patut diperhatikan istilah karbohidrat tersebut dapat berupa monosakarida, disakarida, dan polisakaria. Sebenarnya hasil akhir fotosintesisadalah gula sederhana beratom C-3.senyawa ini sangat mudah bereaksi, sehingga sebelum diangkut perlu diubah terlebih dahulu menjadi gula lain, misalnya glukosa.
Glukosa diangkut melalui floem ke sel-sel daun yang lain ynag tidak berfotosintesis, sel-sel batang dan sel-sel akar untuk keperluan tumbuhan itu sendiri. Sisanya diubah ke dalam bentuk lain yaitu menjadi amilum, protein dan lipidyang disimpan untuk cadangan makanan. Cadangan makanan terutama di simpan dalam akar dan batang, tapi ada juga yang di simpan dalam daun.
Hasil lain dari proses fotosintesis yaitu berupa oksigen. Oksigen dilepas ke lingkungan melaui stomata. Oksigen yang dilepas dimanfaatkan oleh organisme lain untuk proses pernafasan.
video foto sintesis

Pada sebagian tumbuhan tinggi, daun merupakan organ utama untuk fotosintesis. Fotosintesis tidak hanya terjadi pada daun, tetapi terjadi pada semua tumbuhan yang hijau.
Pada struktur daun, permukaan luar epidermis bawah dan atas biasanya dilindungi oleh lapisan kultikula dan kadang-kadang sebelah luarnya lagi terdapat lapisan lilin. Lapisan kultikula dan lilin ini berguna untuk mencegah penguapan air (transpirasi) berlebihan dan menambah kekuatan.
Diantara sel-sel epidermis daun terdapat mulut daun (stomata). Fungsi stomata sebagai pengatur penguapan, pengatur masuknya gas CO2 dari ugara dan keluarnya gas O2 ke udara selama fotosintesis berlangsung dan arah sebaliknya pada waktu respirasi berlangsung.
Mesofil merupakan jaringan dasar yang terletak antara epidermis atas dan epidermis bawah. Pada tumbuhan monokotil, mesofilnya terssusun atas parenkima yang seragam. Pada daun dikotil, parenkima umumnya berkembang menjadi palisade (jaringan tiang, jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang)
Sesuai dengan fungsinya, mesofil merupakan daerah fotosintesis utama karena mengandung kloroplas. Kandungan kloroplas palisade lebih banyak di bandingkan dengan yang berada di spons.
Organel yang berperan dalam fotosintesis adalah kloroplas. Organel tersebut berisi pigmen klorofil yang menyebabkan warna hijau pada tumbuhan. Di setiap sel terdapat 40-50 kloroplas. Di dalam kloroplas inilah penyerapan sinar oleh klorofil dimulai pada proses fotosintesis.
DAUNDAUN

Beberapa factor yang mempengaruhi laju fotosintesis terutama cahaya, konsentrasi karbondioksida, suhu, oksigen, air, dan klorofil.
1. Cahaya, merupakan sumber energi untuk fotosintesis. Energi cahaya yang diserap oleh tumbuhan tergantung pada intensitas sumber cahaya, panjang gelombang cahaya, dan lama penyinaran. Pada batas-batas tertentu, semakin tinggi intensitas cahaya matahari maka semakin banyak energi cahaya yang diserap oleh klorofil, sehingga laju fotosintesis meningkat. Cahaya matahari dengan intensitas terlalu tinggi akan menimbulkan keruskan pada klorofil.
2. Konsentrasi Karbondioksida, kenaikkan karbondioksida harus sesuai dengan intensitas cahaya. Jika konsentrasi karbondioksida tidak mencukupi laju fotosintesis akan turun. Apabila konsentrasi karbondioksida ditingkatkan pelan-pelan maka laju fotosintesis akan meningkat hingga pada tingkat tertentu.
3. Suhu, mempengaruhi kerja enzim untuk fotosintesis. Bila suhu naik 10 , kerja enzim meningkat dua kali lipat. Hal ini terjadi pada suhu tertentu, bila suhu terlalu tinggi, justru merusak enzim. Kebanyakan tumbuhan mengadakan fotosintesis dengan baik pada kisaran suhu 10 35 .
4. Oksigen, kenaikan kadar oksigen dapat menghambat fotosintesis karena oksigen merupakan komponen untuk respirasi. Oksigen akan bersaing dengan karbondioksida untuk mendapat hidrogen.
5. Air, tumbuhan yang kekurangan air akan layu,. Jika daun layu, stomata cenderung menutup. Akibatnya difusi karbondioksida dari udara terhambat.
6. Kandungan klorofil, daun yang menguning berarti kadar klorofil berkurang. Ini akan menurunkan laju fotosintesis. Tumbuhan memerlukan sejumlah ion anorganik tertentu untuk membuat pigmen klorofil. Ion itu adalah Mg (Magnesium) dan N (Nitrogen).